© roleplayer purpose only


All

Maps

Video

Image


Kata Pengantar - Penulis

Kalimat pembuka atau pengantar yang ingin disampaikan penulis kepada para pembaca.

Images


Profil lengkap milik Radinia Gretha

Simak biodata dan profil Radinia Gretha lengkap dengan kegemaran, kisah hidup dan hubungan ia bersama orang sekitarnya...



Selamat datang, disini saya sebagai penulis ingin menyampaikan bahwa hal yang menyangkut nama dan karakter Radinia Gretha adalah fiksi atau tidak nyata.Segala identitas, kisah hidup, serta kegiatan yang dilakukan murni dari imajinasi saya sendiri. Apabila ada kesamaan nama, wajah, atau sifat itu hanyalah sebuah kebetulan. Dan karakter ini tidak ada sangkut pautnya dengan kehidupan asli, Jung Chaeyeon.Bahasa yang akan saya gunakan untuk menulis cerita ataupun berinteraksi yaitu Bahasa Indonesia, tapi tidak menutup kemungkinan menggunakan bahasa daerah maupun asing.Jika ada yang ingin berteman atau mungkin menulis bersama? Saya akan menyambut dengan senang dan hangat. Menjalin relasi dan hal lain sebagainya juga bisa di-diskusikan pada pesan pribadi. Sekian, terimakasih.

Tanda yang digunakan : 
ㅤ... / " ... ": di dalam karakter
ㅤ♡ ...: di luar karakter
ㅤ/ ... /: saat ber-aksi
ㅤ#RIE: penulis berbicara


DATA DIRI

Radinia Gretha. Lahir di Yogyakarta, 09 Januari 1999. Saat ini ia menetap di Jakarta melanjutkan karirnya.


Biodata : 
ㅤNama Panggilan: Ata, Gretha
ㅤJenis Kelamin: Perempuan
ㅤKewarganegaraan: Indonesia
ㅤTinggi Badan: 167 Cm
ㅤBerat Badan: 55 Kg
ㅤGolongan Darah: A
ㅤMBTI: ISFJ-T
ㅤAlmamater: UI (FEB) - 2021
ㅤFace Claim: 정채연

halaman lain yang terkait :


LATAR BELAKANG RADINIA GRETHA

Di balik pembawaannya yang tenang dan senyum yang selalu tampak terukur, Radinia Gretha atau yang kerap disapa Gretha itu adalah seseorang yang terbiasa hidup di antara dua dunia: tradisi dan modernitas.Gretha lahir dari keluarga keturunan Yogyakarta yang cukup terpandang. Keluarganya dikenal sebagai keluarga yang menjunjung tinggi pendidikan, tata krama, dan nilai-nilai budaya Jawa yang kuat. Sejak kecil, ia dibesarkan dengan keyakinan bahwa nama baik keluarga adalah sesuatu yang harus dijaga, sementara keberhasilan adalah hasil dari kerja keras, disiplin, dan kesabaran.Masa kecilnya dihabiskan dengan mendengarkan cerita-cerita dari sang nenek tentang filosofi hidup orang Jawa, menghadiri berbagai acara keluarga yang sarat tradisi, serta belajar memahami bagaimana bersikap anggun di tengah lingkungan yang memiliki ekspektasi tinggi terhadap dirinya. Namun, di balik kehidupan yang terlihat sempurna itu, Gretha sering merasa terjebak dalam bayang-bayang harapan orang lain. Banyak keputusan dalam hidupnya telah direncanakan bahkan sebelum ia cukup dewasa untuk memilih sendiri.Ketika memasuki usia remaja, keluarganya memutuskan pindah ke ibukota demi kepentingan pekerjaan. Perpindahan itu menjadi titik balik besar dalam hidupnya. Jakarta memperkenalkannya pada dunia yang jauh berbeda dari yang ia kenal sebelumnya, cepat, kompetitif, dan penuh ambisi. Untuk pertama kalinya, Gretha bertemu dengan orang-orang yang berani menentukan jalan hidup mereka sendiri tanpa terlalu memikirkan ekspektasi keluarga atau lingkungan.Meski dikenal sebagai sosok yang ramah dan mudah bergaul, tidak banyak yang mengetahui bahwa Radinia menghabiskan sebagian besar masa mudanya dengan kebingungan mengenai identitas dirinya. Ia memiliki prestasi akademik yang baik, mengikuti berbagai organisasi, dan selalu menjadi anak yang bisa diandalkan. Namun, jauh di dalam dirinya, ada pertanyaan yang terus muncul: apakah semua yang ia lakukan karena keinginannya sendiri, atau hanya karena ia telah terbiasa memenuhi harapan orang lain?Jawaban itu datang secara perlahan melalui hal sederhana yang selalu membuatnya merasa tenang: memanggang.Apa yang awalnya hanya menjadi hobi di sela-sela kesibukan berubah menjadi tempat pelarian yang paling ia sukai. Baginya, membuat roti dan kue adalah satu-satunya hal yang tidak menuntut kesempurnaan. Tidak ada standar keluarga yang harus dipenuhi, tidak ada ekspektasi publik yang harus dijaga. Hanya dirinya, resep yang ia pelajari sendiri, dan kepuasan melihat sesuatu yang ia buat dengan tangannya sendiri berhasil membawa kebahagiaan bagi orang lain.Setelah menyelesaikan pendidikan dan sempat berkarier di dunia korporat selama beberapa tahun, Radinia mengambil keputusan yang mengejutkan banyak orang. Ia meninggalkan jalur karier yang dianggap lebih aman dan mendirikan sebuah café sekaligus bakehouse bernama Swasana.Bagi banyak orang, keputusan itu terlihat seperti bentuk keberanian. Namun bagi Gretha, itu adalah bentuk kejujuran pertama yang benar-benar ia berikan kepada dirinya sendiri.Swasana tidak pernah ia bangun hanya sebagai tempat menjual kopi dan roti. Ia ingin menciptakan ruang yang tidak pernah ia miliki ketika tumbuh dewasa, tempat di mana orang dapat beristirahat sejenak dari tuntutan hidup, berbincang tanpa terburu-buru, dan merasa diterima apa adanya. Setiap detail di dalamnya, mulai dari interior yang hangat hingga resep-resep yang terinspirasi dari cita rasa lokal Indonesia, merupakan bagian dari cerita hidupnya sendiri.Kini, di tengah hiruk-pikuk ibukota, Radinia dikenal sebagai perempuan muda yang berhasil membangun bisnisnya dari nol. Banyak yang melihatnya sebagai sosok yang tenang, mandiri, dan selalu tampak tahu arah hidupnya. Padahal, hanya sedikit yang mengetahui bahwa ketenangan itu lahir dari perjalanan panjang untuk berdamai dengan dirinya sendiri.Ia bukan seseorang yang mencari sorotan. Ia hanya ingin membangun sesuatu yang memiliki makna, menjaga orang-orang yang ia sayangi, dan membuktikan bahwa seseorang tetap bisa menghormati akar budayanya tanpa harus mengorbankan kebebasan untuk menentukan masa depannya sendiri.Dan mungkin itulah alasan mengapa siapa pun yang mengenalnya selalu merasa nyaman berada di dekatnya karena Radinia Gretha adalah bukti bahwa kelembutan tidak pernah berarti kelemahan, dan bahwa keberanian terkadang hadir dalam bentuk yang paling sederhana: memilih hidup yang benar-benar kita inginkan.

kembali